BPBD Kalteng Siapkan Bantuan Darurat untuk Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bergerak cepat dalam menanggulangi bencana banjir yang melanda tiga kabupaten, yaitu Murung Raya, Kapuas, dan Gunung Mas. Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah darurat serta berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan efisien.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten, BMKG, Dinas Sosial, dan Basarnas sudah dilakukan sejak awal kejadian,” kata Ahmad Toyib usai mengikuti rapat koordinasi via Zoom meeting, Kamis (21/8/2025). Menurut laporan terkini yang diterimanya, banjir mulai terjadi sejak 20 Agustus 2025. Hingga Kamis siang, bencana ini telah melanda 11 kecamatan dan 20 desa/kelurahan di tiga kabupaten tersebut. Dampak paling besar tercatat di Kabupaten Murung Raya, di mana banjir telah memutus akses jalan di tujuh titik, merendam 42 rumah, dan mempengaruhi 75 kepala keluarga (KK) atau 196 jiwa. Fasilitas publik seperti tujuh fasilitas pendidikan dan dua fasilitas kesehatan juga turut terdampak.

Sebagai prioritas utama, BPBD Kalteng berupaya keras untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur transportasi tidak terputus terlalu lama. Untuk itu, berbagai bantuan logistik telah disiapkan untuk segera dikirim ke daerah terdampak. “Untuk Kabupaten Gunung Mas, akan dikirim 90 matras dan 120 selimut. Sementara untuk Kapuas, disiapkan 120 matras, 160 selimut, dan 79 paket perlengkapan keluarga,” jelas Ahmad Toyib, merincikan jenis dan jumlah bantuan yang akan disalurkan.

Selain bantuan logistik, Basarnas juga menyiagakan satu regu untuk mendukung proses evakuasi jika diperlukan. Dinas Sosial Provinsi juga menyalurkan bantuan tambahan berupa 200 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 20 kasur, dan 50 selimut, untuk memperkuat respons darurat di lapangan.

Ahmad Toyib juga mengingatkan masyarakat bahwa potensi banjir susulan masih ada, mengingat prediksi BMKG yang memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi akan terjadi pada 23–24 Agustus 2025. Ia mengimbau warga di daerah rawan agar tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. “Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan cepat dan efektif. Kami akan terus melakukan koordinasi dan monitoring untuk meminimalkan dampak banjir ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *