Cegah Barang Terlarang, Rutan Kapuas Gencarkan Razia Rutin di Kamar Hunian

KUALA KAPUAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas terus menguatkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi para warga binaan. Sebagai bagian dari upaya preventif, Rutan Kapuas kembali menggelar razia insidentil di seluruh blok hunian. Razia ini bukan sekadar pemeriksaan, melainkan sebuah langkah strategis untuk memberantas peredaran barang terlarang yang bisa mengganggu stabilitas keamanan.

Razia yang dilaksanakan secara mendadak ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Murtono, bersama seluruh jajaran regu pengamanan. Dengan teliti, tim petugas menyisir setiap sudut kamar hunian, mulai dari tempat tidur, lemari, hingga barang pribadi warga binaan. Fokus utama razia adalah mencari dan menyita barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan, seperti telepon genggam, narkoba, senjata tajam, hingga benda-benda lainnya yang berpotensi membahayakan.

Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, menekankan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin yang harus terus digencarkan. “Razia ini merupakan komitmen kami untuk memastikan Rutan Kapuas tetap steril dari barang-barang ilegal. Ini adalah bagian dari deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Daniel. Ia menambahkan, pihaknya tidak akan pernah memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelanggaran yang bisa merusak tujuan pembinaan di dalam rutan.

Keberhasilan razia ini terlihat dari tidak ditemukannya barang-barang terlarang yang menjadi target utama. Hal ini menjadi indikator positif bahwa para warga binaan di Rutan Kapuas memiliki kesadaran tinggi untuk menaati peraturan yang berlaku. Selain itu, sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh warga binaan selama proses pemeriksaan juga patut diapresiasi, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa kendala berarti.

Dengan adanya razia rutin ini, Rutan Kapuas berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, di mana program-program pembinaan dapat berjalan optimal. Lingkungan yang bebas dari barang terlarang sangat penting untuk mendukung rehabilitasi dan pembinaan mental spiritual para warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *