KUALA KAPUAS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kapuas menggelar kegiatan donor darah massal. Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan komitmen Rutan dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan solidaritas di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan seluruh petugas.
Kepala Rutan Kelas IIB Kapuas, Toni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat patriotisme dan kepedulian terhadap sesama. Beliau menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Donor darah dipilih sebagai salah satu kegiatan utama karena secara langsung dapat membantu menyelamatkan nyawa, sebuah tindakan yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan jiwa patriotisme dan kepedulian sosial, tidak hanya kepada petugas, tetapi juga kepada warga binaan. Ini adalah cara kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Toni. Beliau menambahkan bahwa antusiasme yang ditunjukkan oleh WBP dan petugas sangat tinggi, menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk berpartisipasi dalam aksi mulia ini.
Pelaksanaan donor darah ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Rutan Kapuas dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas. Tim medis dari PMI hadir dengan peralatan lengkap dan tenaga profesional untuk memastikan seluruh proses donor darah berjalan lancar, aman, dan sesuai standar kesehatan yang berlaku. Seluruh peserta, termasuk WBP dan petugas, menjalani pemeriksaan kesehatan ketat, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin, sebelum diperbolehkan mendonorkan darahnya.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, donor darah ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi WBP. Dengan berpartisipasi, mereka diajak untuk merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin dari tindakan memberi, yang merupakan langkah penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membantu WBP menyadari peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang dapat memberikan dampak positif, bahkan dari dalam Rutan.
