KATINGAN – Harapan besar masyarakat Kalimantan Tengah untuk memiliki pusat pendidikan unggul semakin nyata. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Katingan pada Jumat (12/9) untuk meninjau lahan yang digadang-gadang sebagai lokasi pembangunan Sekolah Garuda. Proyek ini merupakan salah satu program prioritas utama Presiden RI Prabowo Subianto yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok negeri, khususnya di luar Pulau Jawa.
Dalam sambutannya, Prof. Stella menegaskan bahwa Sekolah Garuda adalah manifestasi nyata dari visi Presiden untuk menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Beliau mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Vietnam mampu melesat dengan investasi kuat pada sains dan teknologi. “Talenta itu tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Katingan ini,” ujarnya. Menurutnya, Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mencetak pemimpin masa depan melalui sistem asrama dan pengabdian masyarakat.
Program ambisius ini menargetkan pembangunan 20 unit sekolah hingga tahun 2029, yang keseluruhannya akan ditempatkan di luar Jawa. Skema pembangunannya meliputi pembangunan sekolah baru dan pembinaan SMA yang sudah ada agar kualitasnya setara dengan sekolah unggulan. Lebih dari sekadar fasilitas pendidikan, kehadiran Sekolah Garuda juga diyakini akan membawa dampak ekonomi signifikan atau multiplier effect bagi masyarakat setempat. Kebutuhan operasional sekolah, mulai dari tenaga kerja hingga bahan baku, akan mengutamakan sumber daya lokal, sehingga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian.
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini datang dari berbagai pihak. Bupati Katingan, Saiful, mengungkapkan optimisme tinggi. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare sesuai syarat dari kementerian. “Jika Katingan ditetapkan, ini akan membawa dampak besar bagi masyarakat kami,” katanya penuh harap. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, yang mewakili Gubernur, juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi. “Multiplier effect-nya bukan hanya untuk tingkat SMA, tapi juga untuk SD dan SMP,” jelasnya, sembari menambahkan bahwa rekomendasi dari Gubernur telah diserahkan sebagai bentuk dukungan resmi. Kunjungan ini menjadi langkah krusial yang akan menentukan keputusan final lokasi pembangunan, dan diharapkan menjadi awal lahirnya ekosistem pendidikan, perekonomian, dan pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Kalimantan Tengah.
