DPRD Seruyan Desak Bupati Segera Laksanakan Pilkades Serentak, Pelayanan Publik Terancam Terganggu

KUALA PEMBUANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Wiwin, secara tegas mendesak Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, untuk segera mengambil langkah konkret dalam melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Desakan ini muncul menyusul kekhawatiran besar terhadap dampak negatif yang timbul akibat banyaknya desa yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa, yang dinilai telah mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Wiwin, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mewakili daerah pemilihan III, menjelaskan bahwa permasalahan ini bukan isapan jempol belaka. Banyak Pj Kades yang ditunjuk merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, seperti guru, tenaga kesehatan, dan staf di kantor kecamatan. Kondisi ini, menurut Wiwin, menciptakan dilema fungsional. Pj Kades harus membagi fokus dan energinya antara tugas pokoknya sebagai ASN di instansi asal dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin desa. Akibatnya, pelayanan publik di tingkat desa menjadi kurang optimal dan tidak maksimal.

“Situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan tidak bisa dibiarkan terus menerus. Pelayanan kepada masyarakat adalah hal yang paling utama. Jika pemimpin desa tidak bisa fokus, maka kemajuan desa juga akan terhambat,” ujar Wiwin.

Melihat kondisi yang berlarut-larut ini, Wiwin mendesak Bupati Ahmad Selanorwanda untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta agar kekosongan jabatan kepala desa definitif diisi secepatnya melalui Pilkades serentak. Selain itu, Wiwin juga meminta dinas atau instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), untuk segera mempersiapkan segala regulasi dan tahapan yang diperlukan agar Pilkades serentak di Kabupaten Seruyan dapat segera terlaksana.

“Kondisi saat ini tidak kondusif bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kita harus kembali memberikan kewenangan penuh kepada kepala desa definitif yang dipilih langsung oleh masyarakatnya, sehingga mereka bisa lebih bertanggung jawab dan fokus dalam membangun desa,” pungkas Wiwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *