Karhutla di Kalteng Terkendali, BPBD Optimistis Bebas Kabut Asap di 2025

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis data terbaru yang menunjukkan tren positif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, luas karhutla di wilayah Kalteng per 31 Agustus 2025 tercatat sangat terkendali, memberikan optimisme kuat untuk mewujudkan target Kalteng Bebas Kabut Asap di tahun ini.

Alpius Patanan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, menyampaikan bahwa total luasan karhutla di Kalteng mencapai 23.353,74 hektare, dengan kontribusi sebesar 213.984,20 hektare dari total luasan karhutla nasional. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. “Ini sisi data, kita melihat tren yang semakin terkendali. Upaya pencegahan dan penanganan cepat yang dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat sangat berperan besar,” ujar Alpius.

Pernyataan ini diperkuat oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, yang menyoroti penurunan drastis emisi karbon. Selama periode tersebut, emisi CO2 yang dilepaskan akibat karhutla di Kalteng tercatat sebesar 195.997 ton CO2. Angka ini hanya menyumbang 1,04 persen dari total emisi nasional. Ahmad Toyib menekankan bahwa upaya bersama dalam mitigasi karhutla sudah berjalan efektif.

Sebagai langkah strategis, BPBD Kalteng telah membentuk 77 Pos Komando Lapangan (Poslap) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Poslap ini berperan sebagai ujung tombak dalam deteksi dini, pemadaman cepat, hingga koordinasi lintas sektor. Selain itu, BPBD juga gencar melakukan edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Program sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana terus dilakukan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan.

“Karhutla bukan hanya tugas pemerintah semata, tapi juga perlu kesadaran kolektif masyarakat. Karena itu, kami tidak akan lelah mengedukasi agar masyarakat ikut menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor bila menemukan titik api,” pungkas Ahmad Toyib. Komitmen ini selaras dengan upaya Gubernur Kalimantan Tengah untuk menjadikan wilayah ini sebagai daerah yang bebas dari kabut asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *