SERUYAN – Dalam upaya serius meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, Pemerintah Kabupaten Seruyan secara resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 11 Agustus 2025. Acara peluncuran yang berlangsung khidmat ini menjadi penanda dimulainya intervensi gizi bagi 2.334 pelajar yang tersebar di 26 sekolah di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Peluncuran program ini dihadiri oleh sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam perencanaannya dan pelaksanaannya di lapangan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif untuk memastikan program berjalan sukses. Di antara yang hadir adalah Rachel Velena, seorang Ahli Gizi yang bertanggung jawab penuh dalam memastikan setiap porsi makanan memenuhi standar gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak; Divita Rahmi, Kepala SPPG yang bertugas mengoordinasikan seluruh pelaksanaan program; Karyanto, Asisten Lapangan yang mengawasi teknis pelaksanaan di setiap sekolah; serta Tomi Saputra, yang bertugas di bidang akunting untuk menjamin transparansi administrasi dan laporan keuangan.
Tujuan utama dari program MBG ini adalah untuk mengatasi masalah gizi yang masih dihadapi oleh sebagian anak-anak. Dengan memberikan asupan makanan yang bergizi secara gratis, pemerintah berharap dapat menunjang tumbuh kembang fisik dan kognitif peserta didik, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada prestasi belajar mereka di sekolah. Pemilihan wilayah Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur sebagai tahap awal program ini juga bertujuan untuk menciptakan model percontohan yang efektif, yang nantinya dapat diperluas ke seluruh wilayah di Kabupaten Seruyan.
Pihak pelaksana program juga menjelaskan bahwa MBG dirancang bukan hanya sebagai program pemberian makanan, tetapi juga sebagai media edukasi. “Program ini secara holistik memberikan edukasi penting kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pola makan sehat dan seimbang. Kami ingin menanamkan kesadaran gizi yang berkelanjutan,” jelas salah satu pendamping kegiatan. Melalui pendekatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi anak-anak akan meningkat, yang menjadi langkah krusial dalam memerangi stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Pemerintah daerah bersama seluruh pihak yang berkolaborasi memiliki harapan besar bahwa program MBG ini akan memberikan dampak nyata. Selain berkontribusi pada penurunan angka stunting, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa, mengurangi tingkat kelelahan, dan membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Dengan total 2.334 penerima manfaat, program ini menjadi bukti konkret komitmen Kabupaten Seruyan dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerusnya.
