KUALA PEMBUANG – Warga Kuala Pembuang, ibu kota Kabupaten Seruyan, dikejutkan oleh fenomena langka bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi secara meluas pada Senin, 11 Agustus 2025. Seluruh jenis bensin, baik Pertalite maupun Pertamax, dilaporkan habis total di hampir semua titik penjualan. Kelangkaan ini bukan hanya terjadi di SPBU utama, tetapi juga melanda pedagang eceran dan pom mini, yang biasanya menjadi andalan masyarakat.
Akibat dari kelangkaan ini, aktivitas masyarakat menjadi sangat terganggu. Sejumlah warga terlihat berkeliling dari satu penjual ke penjual lain dengan harapan menemukan sedikit sisa bensin, namun harus pulang dengan tangan kosong. Situasi ini menciptakan keresahan karena banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat digunakan untuk beraktivitas sehari-hari, seperti bekerja, mengantar anak sekolah, atau berbelanja.
Salah satu pedagang bensin eceran di Kuala Pembuang, Lathif, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya. “Saya tidak bisa berjualan sama sekali karena pasokan dari pomnya (SPBU) juga habis. Sebenarnya sudah mulai langka dari kemarin, tapi yang benar-benar kosong total itu hari ini,” tutur Lathif saat diwawancarai. Keterangan ini mengindikasikan bahwa masalah pasokan BBM sudah mulai terasa sejak hari sebelumnya, namun puncaknya terjadi pada hari tersebut.
Fenomena ini menjadi perhatian serius warga karena kelangkaan BBM hingga membuat seluruh kota kehabisan stok terbilang sangat jarang terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, seperti Pertamina atau pemerintah daerah, mengenai penyebab pasti kelangkaan tersebut maupun perkiraan waktu normalisasi pasokan. Ketiadaan informasi ini menambah kebingungan dan kekhawatiran di tengah masyarakat yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk mobilitas mereka.
