KUALA KAPUAS – Rutan Kelas IIB Kapuas terus membuktikan komitmennya untuk menjadi lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual. Dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Rutan Kapuas menggelar acara doa bersama, istigasah, dan pembacaan Surat Yasin secara berjamaah. Kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh khidmat ini menjadi momen sakral untuk merenungkan masa lalu dan memulai lembaran baru dengan jiwa yang lebih bersih.
Suasana di aula utama Rutan pada Minggu, 1 September 2025, terasa begitu hening dan penuh kekhusyukan. Di antara tembok penjara yang kokoh, para petugas dan ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berbaur menjadi satu, menyatukan hati dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan. Momen ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud nyata dari sebuah ikatan spiritual yang kuat, melampaui sekat-sekat formalitas antara pembina dan yang dibina.
Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam. “Ini adalah kegiatan spiritual yang sangat penting. Kita berdoa bersama agar diri kita menjadi lebih baik, agar Rutan Kapuas selalu aman dan kondusif, dan agar bangsa kita senantiasa damai dan sejahtera,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perayaan, doa bersama ini merupakan bagian esensial dari program pembinaan kepribadian di Rutan Kapuas. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran diri, menenangkan jiwa, dan memberikan harapan bagi para WBP. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, diharapkan mereka dapat menjalani masa hukuman dengan lebih ikhlas. Fondasi spiritual yang kuat ini diharapkan dapat menjadi bekal utama bagi mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertaqwa, dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
Partisipasi aktif dari Kepala Rutan dan seluruh jajaran petugas menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pembinaan moral para warga binaan. Hal ini mencerminkan komitmen kuat Rutan Kapuas dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk rehabilitasi. Melalui kegiatan spiritual seperti ini, Rutan Kapuas tidak hanya mengelola populasi narapidana, tetapi juga berinvestasi pada pembentukan karakter, yang merupakan kunci utama dari keberhasilan sebuah sistem pemasyarakatan. Dengan kegiatan ini, Rutan Kapuas berharap dapat membentuk WBP yang memiliki kepribadian, akhlak, dan budi pekerti yang baik, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan bermanfaat.
